Jumat, 20 November 2015

Manfaat Pohon Kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Memiliki akar serabut, tebal dan berkayu, membentuk bonggol. Kelapa sendiri merupakan sebutan untuk buah yang dihasilkan dari tumbuhan ini. Pohon kelapa dapat tumbuh mencapai ketinggian 30 meter hingga 1000 meter dari permukaan laut. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, dan sekarang telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga bisa dianggap sebagai tumbuhan serbaguna.

Gambar dibawah ini menunjukan bagian – bagian dari pohon kelapa beserta fungsinya.

Setelah kita mengetahui bagian dan fungsinya bagi tumbuhan tersebut, sekarang saya akan membahas manfaat yang bisa kita peroleh dari setiap bagiannya.

1.    Daun

Daun kelapa memiliki bentuk daun tunggal dengan pertulangan menyirip. Manfaat dari daun kelapa diantaranya :
·   Daun kelapa yang masih muda (janur) bisa digunakan sebagai dekorasi atau bahan anyaman pada saat upacara adat terutama oleh masyarakat Bali dan Jawa, misalnya pernikahan. Bisa juga digunakan untuk membuat ketupat.
·  Daun kelapa yang sudah tua ataupun yang sudah kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan untuk membuat tikar, topi, tas serta sebagai atap rumah setelah dikeringkan.
·   Ada juga batang daun atau tangkai anak daun, yang biasanya dimanfaatkan sebagai sapu lidi setelah satu persatu lidi dihimpun menjadi satu. Batang daun yang dipakai untuk sapu lidi  adalah batang daun yang sudah dikeringkan dan bewarna kecoklatan sehingga bisa digunakan untuk menyapu jalanan, taman maupun kebun. Bisa juga dijadikan sebagai sapu kasur.


2.    Buah

Buah kelapa memiliki diameter mencapai 10 hingga 20 cm atau lebih. Buah ini memiliki variasi warna seperti kuning, hijau dan coklat. Buah kelapa juga memiliki beberapa bagian yang memiliki berbagai manfaat seperti :

a)      Meroskarp yang berupa serat atau biasa disebut dengan sabut, memiliki fungsi
·         Sabut nya bisa dipakai untuk membersihkan alat makan
·   Bisa digunakan sebagai bahan kerajian, misalnya dalam membuat anyaman tali, bisa dijadikan keset.
·        Sebagai media tanam anggrek

b)  Endokarp merupakan bagian yang keras atau bisa disebut batok/tempurung, memiliki sifat kedap air dan digunakan untuk melindungi biji. Yang dapat dimanfaatkan sebagai :
·         Batok kelapa yang sudah kering, dibakar hingga menjadi arang dan bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.
·         Pengganti gayung, wadah minuman, mangkuk, dan sebagainya
·         Bahan baku kerajinan yang bisa dibuat menjadi mainan, hiasan rumah, dan sebagainya

c)      Endosperma buah kelapa yang berupa cairan serta endapannya yang melekat di dinding dalam batok (daging buah kelapa).
·       Buah kelapa yang masih muda memiliki daging buah bewarna putih dan lunak yang biasa dijadikan sebagai es eklapa. Air yang didalam buah kelapa muda mengandung beraneka enzim dan memiliki khasiat penetral racun dan menyegarkan.
·   Daging buah kelapa yang tua bisa dijadikan sebagai kelapa parut, sarinya diperas dan cairannya dinamakan santan. Air dari kelapa yang sudah tua tidak enak untuk diminum, sehingga dijadikan bahan untuk membuat nata de coco.
·       Daging buah kelapa yang sudah tua juga dapat diambil dan dikeringkan sebagai bahan baku pembuatan minyak kelapa.


3.    Bunga

Bunga kelapa mulai mekar ketika pohon kelapa berusia 4 sampai 6 tahun. Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea. Terdapat bunga jantan yang terletak dibagian yang jauh dari pangkal sedangkan bunga betina terletak di pangkal karangan. Tandan bunga yang masih muda yang dalam bahasa jawa disebut mayang atau manggar, diapakai orang untuk hiasan dalam upacara perkawinan dengan simbol tertentu. Bunga betina atau buah mudanya disebut blukluk dalam bahasa jawa. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga yang disebut air nira atau legen (bahasa jawa), dapat diminum sebagai penyegar dan air nira tersebut juga bisa dijadikan bahan baku pembuatan gula kelapa.



4.    Batang

Batang pohon kelapa umumnya memiliki tinggi mencapai 25 m dengan diameter berkisar 300 mm. Batang pohon beruas – ruas namun bila sudah tua tidak terlalu nampak, khas tumbuhan tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik). Adapun manfaat yang bisa kita dapat, yaitu :
·   Batang dengan mutu menengah dapat dijadikan sebagai papan untuk rumah, dinding, serta peralatan rumah tangga.
·      Batang kelapa yang memiliki kepadatan keras dapan dijadikan jendela, kusen pintu, lantai dan sejenisnya.
·        Bisa dijadikan bahan dasar pembuatan kertas.


5.    Akar

Pohon kelapa memiliki akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Ukuran diameter akar kelapa biasanya kurang dari 3 inchi. Akar kelapa bisa dimanfaatkan sebagai :
·        Obat – obatan herbal.
·        Akar pohon kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pewarna, bahan dasar pembuatan sikat gigi dan bahan dasar untuk alat pencuci mulut.
·         Bahan kerajinan tangan, seperti pembuatan gelang, kalung, dan lain – lain.
·         Penyangga bangunan atau biasa disebut cakar ayam
·     Penangkal banjir karena akar pohon kelapa mampu menyerap air dalam jumlah yang sangat banyak

Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari pohon kelapa, mulai dari akar hingga daunya. Selain kita ambil manfaatnya kita juga harus bisa menjaga kelestarian pohon kelapa tersebut, bisa dengan menanamnya kembali agar pohon kelapa tidak habis dan kita bisa tetap menikmati manfaat dari pohon itu.




sumber gambar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW5qWlARekqcBwUjmeOnzPclP7FMXLqzhY5L2Xvc0ZjYL_C-Rw7pePOYxBsy9Gun7Sga1cPLSeGuDyjxFeqAMxsAKNB2aGp7yiyCMr92vPnPiABOTG3pXRP7xCQxDYrFg0y4Yn5x51BWYh/s1600/pohon_kelapa.png

Minggu, 15 November 2015

KARANGAN

KARANGAN

Menurut Keraf (1994: 2) karangan adalah bahasa tulis yang merupkan rangkaian kata demi kata sehingga menjadi sebuah kalimat, paragraf, dan akhirnya menjadi sebuah wacana yang dibaca dan dipahami. Selan itu, karangan menurut Gie (1995: 17) memiliki pengertian hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca.

Berdasarkan pengertian diatas  dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan dapat diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.

Jenis – jenis karangan beradasarkan cara penyajiannya

Karangan narasi  

Karangan narasi  adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah – olah mengalami kejadian yang diceritakan itu.

Narasi dapat berisi fakta dan fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif.

Narasi ekspositoris bersifat nonfiktif yang disajikan dengan bahasa denotatif dan tujuan utamanya untuk menambah pengetahuan pembaca dengan pemaparan yang rasional. Narasi ekspositoris seperti biografi, autobiografi dan sejarah.

Narasi sugesti merupakan suatu rangkaian peristiwa yang disajikan sedemikian rupa sehingga merangsang daya khayal para pembaca, dengan menitikberatkan penggunaan kata –kata konotatif. Narasi sugesti berupa wacana fiktif seperti dongeng, cerpen, novel dan roman.

Ciri - ciri karangan narasi :
  • Menyajikan suatu cerita yang berupa berita, peristiwa, pengalaman yang menarik kepada pembaca.
  • Cerita-cerita tersebut disajikan dengan urutan kronologis yang jelas
  • Ada kejadian, konflik dan tokoh yang menjadi inti dari sebuah karangan.
  • Memiliki setting yang disampaikan dengan jelas.
  • Betujuan untuk menghibur pembaca dengan cerita-cerita yang disampaikan
Contoh
Apa yang Ditanam itu yang Dituai
Hari itu langit sangat terik, Namun Budi tetap menarik gerobaknya. Dia susuri lorong-lorong pasar itu dengan harap ada yang membeli getuk buatan ibunya. Hari itu Budi sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya. 

Sejak pagi tadi Budi mengelilingi pasar itu, tetapi tak ada seorang pun yang membeli bahkan hanya untuk menawarnya pun tidak ada. Budi hampir putus asa, pikiran-pikiran jahat pun mulai masuk ke otaknya. Namun, Budi teringat kata-kata ibunya bahwa berbuat baik dan berdoalah agar mendapat berkah dari Allah. Lalu Budi menepis semua pikiran itu dan berdoa kepada Allah agar dia bisa mendapatkan uang untuk mengobati ayahnya.

Lalu Budi melanjutkan perjalananya. Pada saat Budi melewati kios-kios toko Budi melihat seorang pria yang sedang mengikuti seorang wanita tua. “Pasti orang itu akan berbuat yang tidak-tidak!” pikir Budi dan benar saja seketika pria itu merampas tas wanita itu. Wanita itu menjerit, dengan cepat kilat Budi menjegal pencuri itu hingga terjatuh. Tas itu pun terjatuh bersama si pencuri, lalu pencuri tersebut melarikan diri. Budi mengambil tas itu dan memberikannya kepada wanita itu.

“Terimakasih nak, untung ada dirimu,” kata wanita itu memuji Budi. “iya, lain kali hati-hati ya bu!” jawab Budi sambil meninggalkan wanita itu. “Hey nak tunggu, ini ada sesuatu untukmu,” kata wanita itu. “tidak usah buk, aku tadi hanya kebetulan lewat,” jawab Budi. Wanita itu merasa heran dengan kebaikan Budi, lalu tanpa sengaja dia melihat gerobak getuk Budi dan berkata “Baiklah kalau kamu tidak maenginginkan uang ini, biarakan saya membeli semua getukmu”. Mendengar suara itu Budi menjadi senang dan haru akhirnya dia bisa mendapatkan uang dan membelikan obat untuk ayahnya. “Terimakasih bu!” jawab Budi kepada Wanita itu.


      Karangan deskripsi

Karangan deskripsi adalah suatu bentuk karya tulis yang menggambarkan atau melukiskan suatu objek atau benda kepada para pembaca seolah-olah pembaca merasakan, melihat atau mengalami sendiri topik di dalam tulisan.

Ciri - ciri karangan deskripsi:
  • Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
  • Melibatkan observasi panca indra
  • Dua sikap yang dapat mempengaruhi pikiran penulis, yaitu sikap objektif (deskripsi impresionistis), penulis turut menginterprestasi pandangan dirinya terhadap benda yang dilukiskannya dan sikap subjektif (deskriptif realistis), sesuai dengan keadaan yang dilihatnya.
Contoh
Apotik
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku.
Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO.
Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.


Karangan eksposisi

Karangan eksposisi adalah sebuah karangan yang berisi tentang penjelasan-penjelasan atau pemaparan mengenai suatu informasi kepada pembaca. Tujuan karangan ini adalah memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada pembaca untuk memperluas wawasan pembaca tanpa ada pemaksaan. Karangan eksposisi di dalam media massa seperti pembentukan informasi terkini, tips dan opini.

Ciri-ciri karangan eksposisi :
  • Menyajikan atau menyampaikan sebuah informasi kepada pembacanya
  • Informasi yang disajikan bersifat fakta atu benar-benar terjadi.
  • Tidak berusaha mempengaruhi pemabaca
  • Menjelaskan sebuah proses atau analisa suatu topik
Contoh
Memelihara Ikan
Ikan merupakan salah satu binatang yang biasa diprlihara oleh manusia. Ikan sangat beragam mulai dari warna, jenis juga harganya. Dengan memelihara ikan, akan memberikan ketenangan,kesegaran bagi pemiliknya begitu juga orang melihatnya. Dalam memelihara ikan kita harus berhati-hati, karena jika perawatannya tidak sesuai maka ikan air tawar, jenis dan warna ikan air laut juga lebih beragam.
Untuk memelihara ikan, hal pertama yang harus disiapkan yaitu akuarium. Akuarium harus ditata seindah mungkin dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, dengan begitu ikan-ikan akan merasa betah. Setelah akuarium diisi dengan air, selanjutnya ikan dimasukan ke akuarium tersebut. Dalam memilih ikan sebaiknya yang masih segar, dan kondisinya baik tanpa ada cacat ataupun goresan.
Dalam memberi makan ikan harus teratur,jangan terlalu banyak karena akan membuat air keruh, oleh dan ikan akan mati. Memberi makanikan sebaiknya dilakukan tiga atau sampai empat kali sehari, pilihlah makanan ikan yang sesuai dan bergizi.
Air untuk ikan air tawar makin lama makin keruh, oleh karena itu harus diganti minimal sekali dalam seminggu. Ketika mengganti air akuarium, ikan-ikan harus dipindahkan terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air bersih.
Hati-hati dalam memilih jenis ikan, jangan sampai ikan yang besar disatukan dengan ikan kecil, bisa-bisa ikan besar tersebut memangsa ikan kecil. Akuarium juga dapat diletakan diruang tamu, hal ini dapat memberikan nilai tambahyaitu membuat asri suasana dan juga memberikan kesegaran bagi orang yang melihatnya. Kesegaran yang diberikan oleh pemandangan di akuarium dapat membuat orang yang stress menjadibugar,dan bersemangatkembali.tak heranlah banyak orang yang mempunyai hobi memelihara ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut.


Karangan persuasi

Karangan persuasi adalah salah satu bentuk karya tulis yang berisi ajakan-ajakan kepada para pembacanya untuk melakukan atau mempercayai suatu hal. Karena sifatnya yang berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca yang disampaikan oleh penulis untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.

Tiga hal yang harus diperhatikan yaitu kredibilitas penulis, kemampuan penulis menyugesti pembaca dan bukti - bukti agar pembaca yakin dan mau mengikuti apa yang disampaikan oleh penulis. Karangan persuasi dapat berupa persuasi iklan, persuasi politik, persuasi pendidikan.

Ciri-ciri karangan persuasi :
  • Karangan ini bersifat mengajak para pembacanya
  • Memiliki alasan yang kuat berupa data, fakta, dan lain-lain untuk meyakinkan pembaca.
  • Karangan ini berusaha menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan   kepercayaan.
  • Karangan ini berusaha mendapatkan kesepakatan atau kepercayaaan antara penulis dan pembaca.
Contoh
Kebudayaan Indonesia Harus Mulai Dijaga
Indonesia adalah negeri yang beraneka ragam. bangsa yang multikultur,banyak sekali kebudayaan yang tersebar dari ujung barat ampai ujung timur. Kebudayan nasional yang menjadi ciri khasbangsa khususnya.sebagai warga yang hidup di Indonesia, sebaiknya saat ini kita harus berpikir bahwa kebudayaan Indonesia mulai harus dijaga. Kenapa kebudayaanbangsa Indonesia harus dijaga? Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebudayaan Indonesia harusdijaga. Diantaranya, banyak orang yang tidak mengenal budayanya sendiri.
Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia lebih banyak menyebabkan seseorang malas untuk mengetahui bahkan untuk mengenalnya. sehingga tak heran jika ada orang yang tidak tahu tentang kebudayaan Indonesia. Bahkan dia sempat aneh dan terheran-heran jika melihat tari kecak misalnya atau mendengarkan lagu soleram. karena dia tak pernah mengetahuinya dan memang tak pernah mau tahu.
Tak hanya itu, globalisasi atau medernisasiyang terjadi pada dunia saat ini mempunyai pengaruh besar terhadap kelestarian budaya Indonesia. Melalui modernisasi kebudayaan dengan mudah kebudayaan asing dapat masuk ke Indonesia. Dan memang tidak mengherankan, kita bisa lihat dengan jelasdari beberapa media, kebudayaan asing telah merambah luas ke seluruh penjuru nusantara. Kebudayaan-kebudayaan asing ini ternyata lebih mudah membudaya dari pada kebudayaan asli yang sudah ada. Contohnya saja dalam cara berpakaian, kita lebih sering mengikuti orang-orang di luar sana untuk cara berpakaian.
Dengan masuk dan berkembangnya budaya asing ke Indonesiamembuat kebudayaan-kebudayaan daerahtersingkir. tak jarang banyak kebudayaan daerah yang tidak lagi dimunculkan atau malah dapat dikatakan menghilang. Kebudayaan-kebudayaan daerah ini mulai meredup setelah kedatangan kebudayaan asing. Seperti ayang yang sekarang jarangsekali kita dapat menyaksikan pertunjukanwayang secara langsung. Atau tari jaipongyang benar-benar asli, karena yang sering kita lihat adalah tari jaipong yang sudah banyak mengalami perubahan.
Generasi muda Indonesia pun ternyata lebih menyukai kebudayaan asing. Mereka kurang mencintai kebudayaannya sendiri, bahkan ada yang menganggapnya kampungan. Terlihat bahwa generasi muda sekarang lebih bergaya hidup hedonistikatau gaya hidup penuh hura-hura. Generasi muda saat ini lebih menyenangi kebebasan tanpa batas daripada kebebasan dengan batasan norma. Musik yang mereka dengarkan bukn lagi gending karismen atau tanjidor tapi musik yang mereka dengarkan adalah house music atau musik DJ, R&B, Hip-hop, metal dan lain-lain. Tarian mereka bukan lagi jaipongan, kecak, atau pendet tapi tarian mereka dengarkan adalah modern dance, break dance dan lain-lain.
Oleh karena itu, memang sudah saatnya kita sebagai orang Indonesia umumnya dan sebagai generasi muda terpelajar khusunya, harus mulai berpikir untuk menjaga kebudayaan Indonesia. Karena kebudayaan Indonesia adalah ciri khas bangsa Indonesia yang menjadi kebanggaan tersendiri dari bangsa Indonesia. Masyarakat dan pemerintah adalah pelaku sentral dalam proses pelestarian kebudayaan nasional.
Kebudayaan indonesia sebaiknya kita pelihara, kita juga dan kita lestarikan bersama-sama. Jangan sampai kita kehilangan budaya kita sendiri. Marilah kita sama-sama menjaga kebudayaan Indonesia agar jangan sampaiterkubur dan hanya menjadi sejarah anak cucu kita di masa yang akan dating. Marilah kita bersama-sama menjaganya!


Karangan argumentasi

Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat atau argument penulis tentang suatu hal. Karangan ini bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan. Terdapat tiga inti karangan argumentasi :

  1.      Bagian pendahuluan yang membahas pentingnya persoalan, lalu latar belakang historis, dan penetapan secara tepat titik ketidaksepakatan yang akan diargumentasi.
  2.            Bagian tubuh argumen : pembahasan masalah dengan menyajikan fakta – fakta yang dapat diuji kebenarannya dengan cara induksi, deduksi, analogi dll.
  3.            Simpulan.
Ciri-ciri karangan argumentasi :
  • Terdapat pendapat-pendapat penulis mengenai suatu topik yang sedang di bahas.
  • Pendapat-pendapat tersebut di lengkapi dengan pembuktian-pembuktian yang berupa fakta, data, contoh, maupun grafik.
  • Bertujuan untuk menyakinkan pembaca.
  • Pengarang menghindari keterlibatan emosi dalam menyampaikan pendapatnya.
Contoh
Kesuburan Tanah
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanamanbagi para petani. Tak hanya baik bagi kesuburan tanah tapi juga akan memperbaiki kualitas dari tanaman sehingga akan mampu menghasilkan niali rupiah yang baik bagi petani.


Karangan Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

Karangan Ilmiah 

Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi dan penulisan yang benar. Diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman dan pengetahuan orang lain sebelumnya.

Ciri – Ciri karangan Ilmiah :
  • Sikap Ilmiah seorang peneliti : ingin tahu dan kritis; terbuka dan objektif; menghargai karya orang lain; berani mempertahankan kebenaran; sikap menjangkau ke depan.
  • Bahasa karangan ilmiah yaitu bahasa indonesia resmi : kesantunan EYD, kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraf, kata ganti pertama ‘penulis’ atau ‘peneliti’, menggunakan makna denotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan.
  • Tidak persuasif.
  • Tidak mengejar keuntungan sendiri.
  • Tidak melebih – lebihkan sesuatu  artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
  • Kejelasan, artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
  • Cermat, tepat, dan benar.
  • Kelogisan, artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
  • Objektif
  • Sistematis, artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
  • Lugas (pembicaraan langsung pada hal yang pokok) dan tidak emotif (tidak terpengaruh terhadap emosi), mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
  • Karya ilmiah memiliki metode ilmiah yang artinya adalah garis – garis pemikiran yang bersifat konseptual (memiliki gagasan orisinil) dan prosedural (memulai dengan observasi dan mengakhiri dengan pernyataan – pernyataan umum).
Bentuk karangan ilmiah  :
  • Skripsi adalah tulisan ilmiah yang dijadiakan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.
  • Tesis adalah tulisan ilmiah yang dijadiakan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri berdasarkan metodologi research.
  • Disertasi adalah tulisan ilmiah yang dijadiakan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar doktor (S3). karya tulis ilmiah ini dibuat berdasarkan metodologi research yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Diharapkan adanya penemuan – penemuan baru, secara mandiri mencari dan memilih problem ilmu pengetahuan yang ditekuni.
  • Makalah
  • proposal


Karangan Semi Ilmiah 

Karangan semi ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan.
 
Ciri – Ciri karangan Semi Ilmiah 

  •         Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  •          Fakta yang disimpulkan subjektif
  •          Gaya bahasa formal, sederhana dan populer
  •          Mudah dimengerti
  •          Mementingkan diri penulis
  •          Melebih – lebihkan sesuatu
  •          Menghimbau perasaan pembaca, seolah – olah mengalami atau melihat sendiri
  •          Usulan – usulan bersifat argumentatif dan persuasif.

Bentuk karangan Semi ilmiah  :

  • ·         Resensi buku adalah bentuk kombinasi atara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku.
Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah : ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga.
Klasifikasi pembuatan resensi buku nonilmiah : ringkasan, deskripsi, kritik, dan apresiasi.
  • ·         Artikel adalah karangan factual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan melalui Koran, majalah, bulletin dengan tujuan menyampaikan fakta yang dapat meyakini, mendidik dan menghibur.
  • ·         Editorial adalah artikel yang menyajikan pendapat surat kabar terhadap suatu isu.
  • ·         Opini pendapat adalah perkiraan, pikiran, atau tanggapan tentang suatu hal (seperti orang atau peristiwa).
  • ·         Tips


Karangan NonIlmiah 

Karangan non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri – Ciri karangan NonIlmiah 
  • Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
  • Bersifat persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  • Fakta yang disimpulkan subyektif
  • Gaya bahasa konotatif dan populer
  • Tidak memuat hipotesis
  • Penyajian dibarengi dengan sejarah
  • Bersifat imajinatif
  • Situasi didramatisir
  • Kritik Tanpa dukungan bukti , tidak memuat informasi spesifik.
Bentuk karangan Nonilmiah : 
  • Cerpen adalah Suatu bentuk prosa naratif fiktif. Sebuah karangan yang menceritakan tentang suatu alur cerita yang memiliki tokoh cerita dan situasi cerita terbatas.
  • Dongeng adalah  Suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup.
  • Drama adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.  
  • Novel : Bentuk sastra yang paling popular di dunia. Yang merupakan karya sastra yang mempunyai unsure intrinsik dan ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan.
  • Roman 

REFERENSI :