Minggu, 18 Januari 2015

Kisah Koperasi Sukses




BAB I
PENDAHULUAN



Koperasi KASIH Indonesia (KKI) bergerak dibidang koperasi keuangan mikro. KKI adalah bisnis sosial yang menyediakan jasa keuangan kepada masyarakat miskin, orang unbankable, sehingga mereka dapat mencapai kehidupan yang sejahtera. Tujuan utama kami adalah untuk memaksimalkan dampak sosial. Mendapatkan keuntungan yang layak merupakan kendala untuk menjadi sebuah entitas yang berkelanjutan. Cinta adalah dasar dari keberadaan KKI di negara ini.
KKI memilih Cilincing sebagai lokasi 1st nya. Cilincing merupakan salah satu termiskin kecamatan Jakarta dengan kurang lebih 19.000 rumah tangga miskin, mayoritas yang pergi ke rentenir ketika perlu pinjaman dan dikenakan biaya 300-360% / tahun. KKI hadir dengan tujuan  membantu orang miskin dengan menyediakan tidak hanya pinjaman dan tabungan fasilitas tetapi juga pendidikan dan dukungan lainnya. KKI telah melihat bahwa pendidikan dapat meningkatkan kesinambungan dan memperbesar dampak yang dibawa oleh pinjaman, sementara dukungan lain seperti kebutuhan sehari-hari pembelian akan membantu klien untuk keluar kemiskinan lebih cepat. Sebagian besar LKM lain hanya memberikan pinjaman, karena lebih mudah dan murah untuk dilakukan
Dalam waktu 14 bulan sejak awal, KKI telah mendukung lebih dari 800 orang miskin, 97% dari yang hidup dengan kurang dari 2 USD / anggota keluarga / hari, 97% adalah perempuan dan 87% menggunakan pinjaman tersebut untuk memperluas atau memulai kembali bisnis mereka . Tujuan telah ditetapkan: KKI bertujuan untuk mendukung ~ 2.000 klien pada akhir 2012.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Sejarah Koperasi Kasih Indonesia
Pada bulan Januari 2011 Koperasi Kasih Indonesia didirikan oleh Leonardo Kamilius, Petrus Partono dan Lucyana Siregar dengan pendirian kantor pertamanya di Cilincing, Jakarta Utara. Februari 2011 Pinjaman yang disalurkan terlebih dahulu 24 peminjam. Maret 2011 Sumbangan pertama diterima, sebesar Rp 100 juta. Bulan Mei 2011 Revisi sistem besar pertama yang dibuat, Koperasi Kasih Indonesia menerapkan kewajiban bersama.
Juli 2011 Leonardo Kamilius dan Lucyana Siregar berpisah dengan Petrus Partono. Petrus Partono mendirikan koperasi sendiri. Koperasi Kasih Indonesia sewa kantor pertamanya. September 2011 Ferry Setiawan bergabung dengan tim manajemen setelah lulus dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Desember 2011 sumbangan perusahaan pertama yang diterima. Badan hukum yang dibentuk (Dinas KUMKM Dan Perdagangan DKI Jakarta no. 268 / BH / XII.2 / 1.829.31 / XII / 2011).
Tujuan akhir dari Koperasi Kasih Indonesia adalah untuk membantu anggotanya mencapai kemakmuran.  Dan ini adalah fasilitas dari Koperasi Kasih Indonesia, yaitu :
a.    Penghematan Account
·      Gratis
·      Tidak ada tabungan atau penarikan persyaratan
·      Tidak ada bunga
b.    Pinjaman
·      Jumlah: 55-280 USD (500.000 - Rp 2,5 juta)
·      Bunga: Penurunan ukuran tumbuh
·      Jangka waktu peminjaman 25 minggu
·      Frekuensi Pembayaran: adalah perminggu pada pertemuan wajib
·      Kelompok pinjaman: 15-20 orang per kelompok
·      Berlaku kewajiban bersama, menggunakan tabungan wajib
·      Berkinerja baik bisa 'lulus' untuk program akselerasi (meminjam jumlah yang lebih besar secara individual, syarat pembayaran yang fleksibel, bunga yang lebih rendah).

2.2  Kiat-Kiat Sukses Koperasi Kasih Indonesia
a.    Membuat Organisasi Yang Sehat
·      Adanya kesadaran sekurang-kurangnya pengertian pada anggota bahwa mereka memiliki koperasi dan bersedia ikut serta pada kegiatan-kegiatan koperasi.
·      Adanya kesadaran koperasi untuk hidup atas dasar anggaran dasarnya.
·      Ketiga alat perlengkapan koperasi, ialah rapat anggota, pengurus dan badan pemerintah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
·      Bagian-bagian dalam koperasi bekerja normal dalam hubungan organik.
·      Adanya komunikasi yang lancar antara para pengurus, antara pengurus dengan anggota dan antara sesama anggota, yang tercermin pada administrasi dan managemen.

b.    Usaha Sehat Sukses Mengelola Koperasi
·      Kegiatan usahanya dijalankan berdasarkan azas dan sendi koperasi.
·      Usahanya berjalan secara kontinyu, dan setiap akhir tahun buku terdapat sisa hasil usaha, setelah dipenuhi ketentuan-ketentuan yang seharusnya berlaku bagi setiap perusahaan.
·      Ikutsertanya anggota dalam koperasi diimbangi dengan jasa dari koperasi kepada anggota dan minimal  anggota tidak merasa kecewa terhadap jasa pelayanan yang diberikan oleh koperasi.
·      Dapat dicapai tingkat efisiensi sesuai dengan rencana untuk memperpendek jarak ekonomi antara produsen dengan konsumen (anggota koperasi).

c.    Mental Sehat Sukses Mengelola Koperasi
·      Adanya kesadaran pada pengurus dan anggota akan tanggungjawab modal koperasi.
·      Tidak semata-mata berpikir secara kebendaan (materialistis) tetapi memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial di atas nilai-nilai kebendaan.
·      Kejujuran dan keadilan tercermin dalam kegiatan pengurus dan anggota koperasi.
·      Segala kegiatan koperasi dan kemanfaatan yang diperolehnya ditujukan untuk mempertinggi tingkat kesejahteraan anggota-anggota, materil dan spirituil.
·      Adanya program-program pendidikan (umum dan khusus) yang pelaksanaannya secara kontinyu.
·      Adanya tindakan-tindakan pendidikan kongkrit dalam pengabdian kepentingan umum, seperti ikut serta dalam pembangunan daerah kerja, kegiatan-kegiatan sosial, pendidikan masyarakat dan sebagainya.
·      Adanya kesadaran perlunya koperasi hidup atau prinsip swadaya  sesuai dengan doktrin swakerta bina raharja dan kesadaran tersebut nampak pada kegiaan-kegiatan koperasi.
·      Tidak mencari keuntungan yang tidak didasarkan pada prinsip-prinsip koperasi.

2.3   Bukti Kesuksesan Koperasi Kasih Indonesia
a.    Penghargaan
Salah satu penghargaan yang diterimanya adalah  Koperasi KASIH Indonesia, Pengusaha Ernst & Young Social Of The Year 2014”. Ini adalah penghargaa berkat dorongan anggota KKK, personel, pendukung, donor, mentor, mitra dan pemberi pinjaman. Ini juga merupakan tanggung jawab untuk mencapai dan memberdayakan masyarakat yang lebih miskin, dan membantu mereka untuk keluar kemiskinan,

b.    Dokumentasi




c.    Kegiatan Koperasi
 



BAB III
PENUTUP

Menurut kelompok kami Koperasi Kasih Indonesia (KKI) cukup berhasil dalam mencapai tujuan nya yaitu “Memaksimalkan Dampak Sosial”. Hal itu terbukti dengan hanya waktu 14 bulan , Koperasi Kasih Indonesia (KKI) telah mendukung lebih dari 800 orang miskin, 97% dari yang hidup dengan kurang dari 2 USD / anggota keluarga / hari, 97% adalah perempuan dan 87% menggunakan pinjaman tersebut untuk memperluas atau memulai kembali bisnis mereka. Hal ini juga didukung dengan fasilitas-fasilitas yang ada pada KKI diantaranya adanya fasilitas penghematan account, kemudahan dalam mengajukan dan memperoleh pinjaman.
Dalam mencapai kesuksesan nya , Koperasi Kasih Indonesia memiliki beberapa kiat diantaranya dengan membuat organisasi yang sederhana, melaksanakan berbagai usaha sehat sukses mengelola koperasi, dan memiliki mental sehat dalam mengelola koperasi. Bukti kesuksesan KKI dapat dilihat dengan berbagai penghargaan yang diraih KKI salah satu penghargaannya adalah “Koperasi KASIH Indonesia,Pengusaha Ernst & Young Social Of The Year 2014” . 

Sumber :
http://www.kasihindonesia.com 
http://www.kasihindonesia.com/wp-content/uploads/2014/11/logo-kki.png
http://danausaha.net/cara-mengelola-koperasi-yang-sehat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar